Selasa, 26 Juni 2012

Pembelajaran Sejarah Dengan Model On Board Picture Stories


Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sejarah  adalah dengan menggunakan model On Board Picture Stories ( cerita bergambar di atas papan tulis– terjemahan bebasnya). Model ini adalah mengoptimalkan peran siswa sebagai individu dalam kelompok diskusi lewat media gambar atau visual. Seperti yang saya terapkan saat pembelajaran sejarah materi Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia di kelas X.10 MAN 1 Surakarta.
Bagaimana Pelaksanaannya ?
  • Membentuk 6 kelompok ( setiap kelompok 5 – 6 siswa) atau sesuai jumlah siswa masing-masing.
  • Setiap kelompok mempersiapkan bahan-bahan seperti buku referensi, atlas, spidol warna, kertas warna, gunting, lem, dan lain-lain
  • Setiap kelompok menggambar peta Indonesia di kertas karton kemudian mengguntingkan lambang tertentu dengan kertas warna kemudian ditempel di daerah atau tempat penemuan budaya prasejarah dengan diberikan penjelasan
  • Setiap kelompok mendeskripsikan gambar peta berdasarkan buku referensi, atlas kemudian membuat deskripsi utuh mengenai sub pokok bahasan tersebut
  • Pembagian kelompok dan materi adalah sebagai berikut :
             a) Kelompok satu terdiri atas : Al Fatih Karim, M. Imamuddin, Wildan,
                 Siti Mulyani, Ulfa Intan, dan  Wulandika
                membahas Peta Penemuan Manusia Purba di Jawa
            b) Kelompok dua terdiri atas : Arif Hidayat, M. Kalifaksi, Yusuf
                 Qordhowi, Suci Kusuma Wardana, Ully  Amrina, dan Zakia Salsabila
                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Paleolitikum
c) Kelompok tiga terdiri atas : Danny Al Fitri, Ridwan Amin, Rihana
                  Kholidatul Azima, Tesa Nur Laili,  Wahyu Nur Rohmah, dan Wiwik
                  Adha Rini
                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Mesolitikum
d) Kelompok empat terdiri atas : Dhimas Prakoso, Sandi Diyan
                 Karisma, Rita Yuliati, Titin Fitri Wulandari, Wakhidatun Al Fath, dan
                 Wiwin Setyorini
                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Neolitikum
e) Kelompok lima terdiri atas : Dimas Putra Mahardika, Teguh Yulianto,
                 Sekar Tanjung Charomah, Tri Hastuti, dan Wanda Lia Nurita
                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Megalitikum
f) Kelompok enam terdiri atas : Muhammad Ihsan, Tri Hantoro Wasis,
                Sinta Fitriana Dewi, Tria wulandari dan Wardatul ‘Aini Ghonifyati
                membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Logam
Setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas hasil kerja kelompoknya dengan dua perwakilan siswa untuk memaparkan data temuanya dengan menempelkan karton peta Indonesia di papan tulis dengan menempelkan simbol berwarna dalam bentuk-bentuk tertentu (sesuai kreasi kelompok) untuk menunjukkan titik-titik penemuan kebudayaan.
Dengan model ini siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan yang lebih penting mereka akan kreatif, khususnya saat membuat peta yang akan dipresentasikan. Dengan model ini pula siswa tidak menjadi jenuh atau mengantuk, karena mereka semua terlibat secara aktif dalam aktivitas diskusi. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan guru yang lain. Berikut foto kegiatan pembelajaran yang saya laksanakan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar