Selasa, 26 Juni 2012

POSISI INTERNET DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

Ketika seorang guru akan membuat perencanaan pembelajaran sejarah, dan guru tersebut berkeinginan untuk memposisikan pembelajarannya berbasis internet, maka ada 2 hal yang dapat dikembangkan yakni (1) mengembangkan model belajar dengan menggunakan internet sebagai salah satu medianya, dan (2) menggunakan sumber-sumber tertulis (artikel) sebagai resource belajar.

Pada posisi butir (1), guru membuat perencanaan pembelajaran melalui salah satu model belajar yang berbasis internet; sehingga pada guru tersebut dituntut untuk dapat mengembangkan situs yang akan digunakan sebagai tempat belajar siswa atau menggunakan situs2 pembelajaran yang sudah ada. Dalam hal ini, situs yang dikembangkan atau dipakai oleh guru merupakan media pembelajaran. Sebagai contoh, guru dapat mengembangkan model belajarnya dengan menggunakan situs pbwork (www.pbwork.com) atau situs webquest (www.webquest.org) sebagai tempat menampung rencana pembelajaran, materi, kegiatan/proses belajar, bahkan evaluasi hasil belajarnya. Selain itu, guru dapat mengembangkan situs khusus yang digunakan sebagai tempat belajar siswanya, seperti misalnya situs e-laboratory. Dengan demikian, pada posisi ini, guru sebagai pengembang model belajar yang berbasis internet.
Pada posisi butir (2), guru (dan siswa) hanya sebagai user yang memakai berbagai situs yang berisikan sumber/resource belajar untuk kepentingan updating pengetahuan. Di sini tidak ada tuntutan guru untuk paham dan dapat mengembangkan situs belajar; yang diperlukan adalah kepiawaian user untuk dapat menemukan atau mengakses sumber/resource yang berisikan content belajar siswanya. Masalahnya adalah sampai saat ini banyak di antara para user yang menghadapi kesulitan untuk dapat mencapai tingkat akses artikel bermutu di internet.
Dari kedua posisi tersebut, tampak bahwa baik untuk mengakses sumber, apalagi kemampuan untuk mengembangkan model belajar, para guru masih berada dalam kondisi menyedihkan. Keadaan ini sangat bertentangan dengan niat pemerintah yang ingin melakukan percepatan pengembangan mutu pendidikan melalui pengembangan fasilitas internet bagi sekolah-sekolah di seluruh pelosok Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar